Jumat, 23 November 2012

Cara Melipat Setangan Leher Anggota Pramuka

Assalamualaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera...

Beberapa hari ini, antara 17 Nov 2012 s.d 22 Nov 2012, aku tertarik dengan kepramukaan. Khususnya dengan SK Kwarnas Gerakan Pramuka. Hingga tiba saatnya akupun melihat (hehehe butiran debu banget), tentang : SK Kwarnas No 226 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka di http://www.pramuka.or.id (setahuku ini situs resmi Kwarnas). Alhamdulillah, atas kebaikan admin yang menyediakan link download untuk SK tsb, akupun berhasil mengunduhnya.

Lalu aku baca-baca deh SK tsb, dan akupun menemukan tentang "cara melipat setangan leher" yaitu (1) dilipat empat kali sejajar dengan sisi terpanjang, dengan arah yang sama, lebar lipatan 7 cm, (2) sebagai lipatan terakhir (ke lima) dilakukan dengan membagi dua sama lebar lipatan itu ke arah memanjang." Cara tersebut ternyata tidak sama dengan cara melipat setangan leher yang ku terapkan sejak akhir tahun 2001 sampai sekarang.

Biar ku terbangkan anganku melayang ke masa perkemahan pelantikan anggota DKR XI.05.21...di desa Kedungwringin...ya akhir tahun 2001 itu (mungkin 29 Des 2001 s.d 1 Jan 2002). Nah di antara hari-hari itu, ada satu hari yang kegiatannya Wide Game. Tentunya aku ikut donk...aku jalan sendirian menuju beberapa pos pengujian ...pokoke aturan mainnya kaya di film saint saiya. Di salah satu pos pengujian, aku jadi bulan-bulanan oleh 2 dewan kerja pengampu di sana. Kita sebut saja 2 dewan kerja pengampu itu dengan nama 'Melati dan Kumbang'..hehehe. Aku dibantai habis...tercabik-cabik...compang-camping...lusuh...terpincang-pincang...(hehehe malah kaya gembel bae) karena gaya setangan leherku yang tidak sama dengan peserta putra lain.

Melati bilang kalau lipatan setangan leherku ala Penggalang. Kumbang pun menyatakan hal yang sama. Kemudian, aku disuruh tiarap di bawah kolong poskamling, dikasih waktu untuk memikirkan cara melipatnya. Aku bingung, aku tidak tahu kalau ternyata ada perbedaan cara dalam melipat setangan leher. Kayaknya diantara para peserta putra, aku sendirilah yang gak tahu dengan hal ini. Maklumlah, aku jarang berangkat latihan rutin pra pelantikan (hehehe), ditambah aku gak bertanya untuk update materi. Waktu habis, aku dipanggil oleh Melati . Aku kebingungan...aku ga tahu mesti gimana melipatnya, aku ga punya dasar.

Akhirnya sanksi olah raga lah yang dikenakan padaku yaitu push up dan jalan jongkok. Setelah ku jalani sanksi itu, Melati dan Kumbang mengajarkan cara melipatnya. Tapi, bukan rasa terima kasih yang ada. Dalam hati aku marah karena merasa di buli (dikerjai). Sejak peristiwa itu, ku terapkan apa yang telah mereka ajarkan.

Hasil cara melipat setangan leher yang Melati dan Kumbang ajarkan kurang lebih seperti pada Gb.1.

 Gb.1 Hasil cara melipat setangan leherku dulu
(sumber : dokumen pribadi)

Tapi kini ku sadari, tak seharusnya aku merasa dibuli. Sanksi yang diberikan ada karena ketidaksiapanku sendiri, akibat jarang ikut latihan dan gak update materi. Lagian sanksi olah raganya tidak berlebihan, melainkan malah menyehatkan dan melatih daya tahan. Apalagi setelah itu mereka berbaik hati mengajarkan. Maafkan aku kakak dewan, harusnya terima kasih yang kurasakan. Terima kasih atas pengalaman, kesempatan belajar dan hal-hal menantang yang kau berikan.

Kejadian di pos pengujian itu berkesan bagiku, ada faedah dan pelajaran yang bisa diambil. Yaitu aku harus tahu apa yang telah dan sedang terjadi/berlaku, khususnya di sekitarku. Dari pelajaran itu pula, sekarang aku harus merubah cara melipat setangan leherku. Jadi, tanpa mengecilkan apa yang telah Melati dan Kumbang ajarkan, dengan pasti kunyatakan yang sekarang berlaku adalah SK Kwarnas No 226 Tahun 2007. Yang tertera pada SK itulah yang jadi rujukan, tak lagi menerapkan cara yang dulu Melati dan Kumbang ajarkan.

Berikut ini aku coba ilustrasikan cara melipat setangan leher dari SK Kwarnas No 226 Tahun 2007 pada Bab V point 2.a.4.g. (semoga aku tidak salah) Gb. 2 :

 Gb. 2 Cara melipat setangan leher yang kutangkap dari SK Kwarnas No 226 Tahun 2007
(sumber : pemodelan dengan CorelDraw X4)

Pada SK Kwarnas No 226 Tahun 2007 tsb, pada Bab V point 2.c.4.g , juga disebutkan bahwa cara melipat setangan leher Pramuka Penegak Pandega sama dengan cara melipat setangan leher Pramuka Siaga. 

Hasilnya kurang lebih seprti pada Gb. 3 berikut ini :

(a)                                    (b)
Gb. 3 (a) Hasil cara melipat setangan leher Pramuka Penegak Pandega sesuai SK Kwarnas No 226 Tahun 2007, (b) Hasil cara melipat setangan leher Pramuka Siaga sesuai SK Kwarnas No 226 Tahun 2007
 (sumber : lampiran II SK Kwarnas No 226 Tahun 2007)

Coba bandingkan antara Gb. 1 dengan Gb. 3! Beda kan...?? Ya eya lah, cara melipatnya juga beda. Menurutku, setangan leher pada Gb. 3 tampak jauh lebih rapih daripada Gb. 1. So, memang saatnya untuk berubah...

Semoga apa yang aku share ini dapat memberi manfaat...Aamiin...

Download SK Kwarnas No 226 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka


Wassalamualaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera dunia akhirat bagi kita semua....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar